Fauci Sesalkan Perpecahan Politik Di As Terkait Vaksinasi Covid

Ia menyebut peran dua institusi tersebut dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19 menyebabkan distribusi vaksin tidak merata. Abetnego menyebut, pemerintah juga mempertimbangkan dimensi anggaran dalam pengikutsertaan TNI untuk menangani pandemi Covid-19. Hal itu disebabkan TNI dinilai berpengalaman dalam operasi non-perang, termasuk membantu penanganan bencana, serta mempunyai banyak sumber daya dalam penanganan kesehatan.

Namun Presiden AS Donald Trump telah mengambil langkah nasionalistik dalam memerangi Covid-19. Sejak Covid-19 pertama kali menyebar di Wuhan, China telah melakukan serangkaian uji coba vaksin dan mendekati tahap akhir seperti dikembangkan perusahaan bioteknologi Sinovac. Perusahaan lainnya seperti CanSino Biologics, kelompok riset medis Tentara Pembebasan Rakyat, Beijing and Wuhan Institutes of Biological Products, dan Akademi Ilmu Kedokteran China juga sedang uji coba untuk kandidat vaksin lainnya. Oleh karena itu, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara-negara lain, pemerintah menggandeng otoritas keagamaan dalam memastikan terselenggaranya vaksinasi COVID-19. Di sini, selain meminta otorisasi dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan , pemerintah juga meminta fatwa Majelis Ulama Indonesia .

Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat Wa Ode Herlina mengatakan vaksinasi dilakukan dua hari dengan goal 1.000 dosis bagi masyarakat setempat. “Pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menahan laju perlambatan ekonomi dengan berbagai stimulasi dan insentif bagi para pekerja maupun dunia usaha agar tetap bergairah,” ucapnya. Untuk melestarikan jiwa, pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia, diperlukan generasi penerus yang tangguh, tanggap, tanggon dan trengginas yang akan mengamalkan dan mengamankan kekayaan negara dan bangsa Indonesia yang berwawasan Nusantara, berdasarkan Pancasila. Selanjutnya generasi penerus dapat dilahirkan dan dibina atau melalui pendidikan yang sesuai dengan jiwa, pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia.

Sebuah obat memerlukan waktu tahun agar menjadi produk massal yang ada di pasaran. Waktu selama itu di perlukan mulai dari riset dasar , uji pre-klinis (uji sekitar 200-an kandidat bahan terpilih pada hewan) dan uji klinis (uji kandidat satu atau dua bahan obat terpilih pada lebih dari 1.000 manusia). SEBELUM pandemi, dari Wuhan ratusan pesawat penumpang terbang ke seluruh duniatiap minggunya. Virus Covid-19 akhirnya ikut mendunia dan telah menginfeksi lebih dari 3 juta manusia dan menelan korban lebih dari 200 ribu orang meninggal. Esai ini karya Willy Pramuda, orang tua anak yang tak bersekolah formal dan penyuka tema-tema pendidikan, tinggal di Jakarta.

Solopos.com, SOLO — Saya tak terkejut saat mendapatkan berita bahwa Tiongkok tidak akan melakukan vaksinasi massal Covid-19 untuk penduduk negeri berpopulasi 1,four miliar jiwa itu. Pemerintah di Beijing akan melakukan langkah vaksinasi yang sangat tertarget, focused, berdasarkan prioritas. Vaksinasi tahap pertama yang diikuti 150 orang kader Muhammadiyah, mahasiswa dan masyarakat umum ini dihadiri oleh Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi, Ketua Harian PW Muhammadiyah Sumbar Solsafad, Rektor UMSB serta Pimpinan PW Aisiyah Sumbar.

Politik Vaksin

Dia mengatakan, target yang ditetapkan untuk diberikan vaksin adalah sebanyak 70 persen penduduk Indonesia. Sementara, tokoh masyarakat H Freddy Simangunsong ditemui menjelaskan kehadiran mereka sebaiknya tidak dikaitkan dengan PSU Pilkada. Selaku masyarakat, dirinya berkeinginan mematuhi anjuran pemerintah terkait vaksinasi.

Dasar hukum inilah yang kemudian menjadi dasar pelaksanaan diplomasi vaksin untuk percepatan dan kepastian pengadaan vaksin COVID-19 sesuai kebutuhan pemerintah. Namun dalam prosesnya masih banyak negara yang belum memilki teknologi serta infrastruktur yang mumpuni dalam proses pengadaan vaksin, terlebih pengetahuan seputar hal ini sering kali dimonopoli oleh korporasi yang berasal dari negara-negara maju. Indonesia sendiri mengalami keterbatasan dalam infrastruktur dan teknologi sehingga dalam pengadaan vaksin masih memerlukan kerja sama dengan negara lain melalui upaya diplomasi bilateral dan multilateral.

Dalam konferensi video dengan Klub Koresponden Asing Jepang, Joseph Wu, mengatakan, para pemimpin Partai Komunis Beijing terus mengeksploitasi pandemi untuk memaksakan agenda politik mereka terhadap banyak pihak. Orang yang tingkat kepercayaan terhadap ahli kesehatan pemerintah-nya rendah, maka intensitas untuk vaksinasi juga rendah. Intensitas dan keinginan untuk vaksinasi berbeda antara orang dengan ideologi konservatif dan liberal.

Sebelumnya sederet tokoh, yang didominasi anggota DPR RI, mendukung kelanjutan uji klinis Vaksin Nusantara. Dukungan diwujudkan dengan mengikuti pengambilan darah untuk diproses menjadi vaksin dendritik. Mengapa Presiden harus lebih dulu menjadi “model” untuk divaksin, tentu saja pesan politik yang akan disampaikan pemerintah adalah terkait “keamanan” vaksin tersebut. Tapi pasca-penyuntikan vaksin kepada pejabat pemerintah, masih ada warganet yang tetap genit menuliskan kesannya. Saat itu dinyatakan bahwa yang disuntikkan kepada Presiden bukanlah vaksin Sinovac yang didatangkan dari China.